Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 April 2011

Aku Skoliosis Lhooo....(part 3)

dilanjutkan....

Kuliah 4 tahun, alhamdulillah sesuai target, lulus sebelum ayah pensiun.
Liburan lebaran pulang ke pontianak setelah wisuda. Tak disangka di hari ultahku ada yang datang ke rumah, ga bawa kado, ga ngucapin met ultah, ga bawa kue, tapi melamarku. (WHAT????? *shock yg sdh direncanakan) --padahal langit sdg cerah luar biasa hari itu, ga ada tanda2 akan ada hujan apalagi badai.
Niatan balik ke bandung utk cari kerja setelah lebaran, berubah jadi packing barang2 di kosan, kirim pulang ke pontianak. Mengurus segala hal spt hutang piutang dan balikin brg2 pinjaman. Meninggalkan bandung tanpa harus jadi "tersangka". Pernikahan pun dilaksanakan tgl 6 Maret 2005.
Tekadku standar bagi setiap wanita yang dipinang pria yang nekat (nekat???), menjadi istri yang kuat, melayani suami, mengerjakan pekerjaan RT sendiri (semua mua), belajar masak, bahkan siap dimadu jika ternyata Allah tidak memberikan keturunan dalam jangka waktu tertentu (ini mah ga standar ding hehe, tapi beneran lhooo).
Tak disangka. Aku ternyata ga sekuat yang kuduga. Ga setangguh dulu. Dan menyerah pada rasa sakit, ketika aku tau bahwa aku mengandung selama 5 minggu. Seumur hidupku, baru kurasakan rasa sakit luar biasa hingga aku ga bisa bangun dari tempat tidur, di pangkal paha, pinggul bawah sebelah kiri. Dua jam aku berusaha bangun, bahkan dibantu suami, tapi sakitnya sangat luarrr biasa. Alhasil aku izin liqa sore itu dan sholat sambil baring.
Kata dokter kandungan??? "Itu hal biasa untuk ibu hamil" (WHAT?????)
Tiga bln pertama sangat berat bagiku. Mual, lemas, sendirian dari pagi hingga menjelang malam, kurang makan krn mual (dan krn warung2 pada jauh, dan pontianak.... subhanallah... panasnya bikin darah rendahku selalu kumat, dan sakit kepala, males jadinya keluar rumah)
Masuk 4 bln alhamdulillah mualnya sudah hilang, rasa lemas masih bisa kulawan karena fase rawan 3 bln pertama sudah terlewati. Linu2 dan sakit di pinggul tak kuhiraukan. Dan setelah masuk 8 bln baru aku ikut senam hamil, dan dari situlah linu2 dan sakit itu bisa kuatasi. Sambil tiduran, gerakkan kaki ke atas bergantian, ditekuk2 dan digerakkan ke samping kiri dan kanan.
Setelah melahirkan, rasa linu dan sakit itu hilang, begitu saja. Tapi tubuhku justru... seperti kehilangan kekuatan, seperti makin lemah, dan makin cepat lelah, terutama sesak saat cuaca sedang panas dan sangat gerah. Aku kewalahan, tapi tetap kujalani, semampuku.
Saat hamil anak kedua, rasa sakit itu datang lagi, tapi aku paksakan bisa bangun, karena aku harus mengurus si sulung dan masih menyusuinya. Dan seumur-umur punya asisten setelah aku hamil 4 bln, dan hingga hampir hari-H melahirkan si sulung masih suka menyusu jika tidur siang, dan dampaknya perutku selalu sakit dan tegang tiap saat. Trik supaya bisa bangun setelah tidur adalah mengganjal paha atas dengan guling dan meninggikan bantal. Aku ganti dokter kandungan untuk anak kedua. Dan tanggapan dokter waktu aku cerita keluhan di pinggulku, pertanyaan pertama dokter adalah "dulu pernah jatuh duduk ya?"
Duluuuu, yang aku ingat tentang jatuh keras terduduk hanya waktu aku kecil, mgk masih TK, kepleset di WC. Aku ga bilang sama mamah karena takut dimarahi, jadi aku diam saja.
Dokter bilang ga ada obatnya, obatnya hanya melahirkan.
Hingga saat itu aku masih tidak terpikirkan sama sekali dengan "kebungkukan"ku. Meski tiap kali membungkuk dan kembali tegak, luarrr biasa pinggangku rasanya. Mengeluh?? Daripada dianggap manja, mending diem ajah.
Juli 2008 kami pindah ke bandung, suami dapat tugas belajar S2. Bulan Oktober 2008 aku balik ke pontianak dengan anak kedua yang sudah berumur 14 bln karena ada panggilan tes kesehatan DepKeu dan psikotes BPK (sampai wawancara). Wajar gagal semua. Karena aku ga memenuhi standar "tulang lurus" di Depkeu, dan aku sudah menikah di BPK (syarat saat daftar seharusnya belum menikah hehe.... masa' ga liat KTP sih saat dokumentasi!!) Jadi waktu datang wawancara pas disuruh tunjukkin KTP dan melihat statusku, langsung aku disuruh mengundurkan diri. Jiaaahhh.... padahal tinggal sisa 3 org (temasuk aku)
Di pontianak aku periksa ke dokter ortopedi di RS swasta. Aku cuma di rontgen dari samping, ya ga ketauan lah berapa derajatnya... aya aya wae. Dokter cuma bilang, kalau derajat kelengkungannya lbh dr 15 derajat harus operasi. Aku dulu masih ga ngerti soal derajat2an, dan berharap skoliku ga sampe 15 derajat.
Ah...meski tanpa asisten sejak anak kedua berusia 3 bln, aku ga mau merepotkan siapapun karena anak2ku, aku nyuci sendiri, nyetrika sendiri. Kelelahan??? Luar biasa...tapi kutahan, meski akhirnya aku merasa menjadi ibu yang buruk bagi anak2ku.
Dan akupun hamil anak ketiga. Sangat berat kondisi saat itu. Sangat berat. Tapi aku harus bangkit, meski sangat terpuruk, tapi aku harus mempertahankan janinku, sempat flek beberapa kali dan hampir dinyatakan harus digugurkan. Bersyukur aku masih bisa mengungsi ke tempat kakakku, dimana disana ada mamahku, yang paling bisa kuandalkan. Thanks mom, i love u always...
Selesai menyapih si tengah dengan tega 2 minggu, kami kembali ke bandung, ke paviliun kecil yang sempit. Baju anak2 dan daleman kucuci sendiri, yang bikin terpana adalah jemurnya harus naik tangga sempit dan agak curam ke atas loteng sambil bawa cucian. Yaah anggap aja olahraga supaya anak ketiga lahirnya gampang.
1 Mei 2009 kami pindah ke rumah kontrakan yang lebih luas. (Bayangin aja kalo tetep di paviliun berukuran 3x7m, tinggal sebuah keluarga dengan 3 anak). Anak ketiga lahir tgl 18 juli 2009, laki-laki.
Sakit dan linu yang seharusnya hilang setelah melahirkan justru menetap, malah menjadi2, bahkan hingga ke tulang2 thorac dan lumbal. Saat menyusui miring pun terasa panas dan sakit di sekitar panggul. Belum pernah aku sesakit itu. Tapi anak-anak masih harus kuurus, bayi kecil tampanku harus kumandikan, kugantikan popok, dan kususui.
Usia anak ketiga 2 bln, aku periksa ke RS Halmahera, setelah byk bertanya dan minta rekomendasi via fb untuk dokter tulang yang bagus. Kami pergi berlima, aku, suamiku, dan ketiga anak kami, dengan motor.
DOkter menghitung derajat kemiringan spine-ku. Beliau bilang 55 derajat. Dan bertanya, apakah kondisi saat ini sakitnya sangat mengganggu. Karena kalau belum terlalu mengganggu dan masih bisa diatasi (alias ditahan), tidak perlu sampai operasi. Aku bilang belum terlalu mengganggu, masih bisa kuatasi. Meski sebenarnya dokter menyarankan untuk operasi. Bagaimana rasanya...ketika menggendong bayi 2 bln sambil menyusuinya, di hadapan suami dan anak-anak yang masih balita, dokter menyatakan bahwa aku sebaiknya dioperasi?
Aku tahan air mata itu, tetap berpikir logis, dan bersikap tenang (meski rasanya ingin teriakkkkk). Pembicaraan biaya diperjelas, RS kerjasama dengan kantor suami bekerja, biaya bisa ditanggung penuh. Alhamdulillah...
Rencana operasi menunggu hingga usia anak ketiga selesai ASIX. Dan hingga hari itu tiba, aku nikmati punggungku yang masih bisa kuajak angkat2 beban, lekuk ke samping, memakai alat yoga, dan sesuka hati. Sakit sakit deh... :D

masih bersambung yaaa....hihihihihii.....

Rabu, 23 Maret 2011

Aku Skoliosis Lhooo....(part 2)

selanjutnya....


Aku lulus SMA di tahun 2000 dan pergi ke bandung dengan mamahku untuk mengikuti bimbel (seumur2 ikut yang namanya les di luar sekolah baru kali ini boooo). Tinggal sementara di kosan tetehku di daerah cisitu lama, airnya kayak dari kulkas, dingiiiinnnn kayak dikasi es. Tujuan utamaku ingin masuk ITB, cadangan lain belum kepikiran. Lalu teringat janji dengan seorang teman di SMA untuk ikut ujian masuk STT Telkom (skr IT Telkom). Yaahh, iseng2, siapa tau berhadiah, hahahaha...
UMPTN aku lupa bawa penghapus, SPMB STT Telkom lulus. Yaahh....emang iseng2 berhadiah, hahaha...UMPTN gagal. Emang ga berjodoh dengan impianku sejak SD itu.
Selama kuliah, aku tidak pernah pedulikan punggungku, aktivitas sesukaku, ikut kegiatan apapun yang kumau, bahkan ikut masuk jadi anggota KSR di kampusku. Kegiatannya kebanyakan lari dan angkut2. Latihannya angkut2 tandu berisi orang beneran yang beratnya lebih2 berat dariku dari lantai 1 ke lantai 3, dan dari lantai 3 ke lantai 1, push up, bending, sit up, lari keliling lingkungan kampus bisa sampai 4 keliling, rappling (i love it!!!), SAR air (disuruh terjun ke air!!! wauuu ga bisa berenaaaagg!!! tapi demen bgt lama2, hehe, kan pake pelampung), navigasi darat (serunya tersesat di gunung!!! hahahaha), dan masih banyak lagi kegiatan seru lainnya. Dan pendidikannya, harus bawa2 ransel yang beratnya berkilo2, long march dari gunung puntang ke kampus, jalan kaki!!
Skoliku??? Baik-baik aja, ga pernah protes, sempet sih sesek banget waktu dipaksa lari naik gunung sambil bawa ransel, tapi yaa...kalo yakin bisa, pasti bisa. Habis tu di atas gunung langsung disuruh merayap, hehe...
Aku ga pernah tau istilah "derajat" dalam kebungkukanku, aku juga ga pernah memperhatikan diri sendiri sampe segimana bungkuknya aku dalam posisi santai. Mungkin hanya teman-temanku yang tau, mereka yang memperhatikanku, tapi ga pernah bertanya padaku perihal punggungku. Tapi pernah suatu kali, ada fotoku sedang duduk bersila sambil menulis waktu pendidikan lanjut, foto yang memperlihatkan betapa bungkuknya punggung kananku. Sangat parah, mungkin sudah lebih dari 40 derajat, atau 50? Foto itu diambil di tahun 2003 awal.
Mungkin mulai berasa punggungku sering pegal, triknya saat tidur aku ganjal punggung kananku dengan diary atau buku tipis dengan hardcover, atau kuganjal bantal dan banyak miring kanan. paginya aku siap beraktivitas kembali dengan segar. Pernahkah aku membicarakan perihal punggungku dan keluhanku pada orang lain? Alhamdulillah ngga. Bahkan pada sahabat2ku sendiri. Kecuali jika mereka bertanya, dan itupun pertanyaan standar, "Pit, punggungmu agak bungkuk ya?" kujawab "iya", "Kok bisa?" kujawab "nggak tau".
Aku menikmati masa-masa kuliahku dengan berbagai kegiatan yang menyibukkanku. Ga memikirkan kebungkukkanku, melakukan olahraga bahkan yang ekstrim dengan semangat dan senang hatiku, karena hanya dengan begitu aku bisa sehat, hanya dengan begitu aku jarang sakit, hanya dengan begitu aku lupa kalau aku "bungkuk". Karena aku juga punya teman-teman yang selalu membawaku ke arah positif, kalaupun ada yang negatif yaa bikin aku rada "gila" sedikit kali yaa, hehehe...tapi masih batas normal kok.
Olahraga itu baik untuk kesehatan. Kalau ga olahraga badan malah cepet pegel dan cepat lemas. Jangan karena skoliosis, olahraga menjadi sesuatu yang tabu untuk dilakukan. Memang tidak semua orang sama, tapi aku sendiri baik-baik saja melakukan semua itu, karena aku punya keyakinan, kalau aku akan baik-baik saja, dan aku mampu melakukannya, dan aku senang melakukannya. Jadi tukang angkut barang saat menjadi panitia pendidikan dasar KSR pun akan menjadi sangat menyenangkan, karena dilakukan bersama-sama, untuk kepentingan bersama, dan hasil yang positif. Skoliku tetap baik-baik saja. :)
Aku rindu push up, rappling, dan berenang dengan pelampung.....miss u all my friend...dan aku ga akan bisa lagi melakukannya....

to be continued, hehe....

Selasa, 22 Maret 2011

Aku Skoliosis Lhooo....(part 1)

Hehe...judulnya aneh, ga penting

Just sharing, supaya yang juga mengalami skoliosis ga menurun semangat hidupnya untuk tetap berkarya, tetap menjadi dirinya sendiri, dan tetap senang dalam menjalani kegiatan yang dipilihnya.

Usiaku sekarang 28th, ketauan bungkuk (belum paham skoliosis dulu) waktu SMA kelas 1. Mamah waktu itu yang bilang waktu aku pulang sekolah, "kok agak bungkuk, Nov?" Dengan ekspresif aku mlotot kaget, lalu..."masa' sih, mah?" dan cuek.
Ketika itu aku hanya tinggal berdua dengan mamahku di kota kecil yang damai, Pandeglang, Banten. Ayahku mutasi ke Pontianak sejak 1994, bersama kakak laki2ku yang anak ke-3, aku masuk SMA di tahun 1997. Kakakku yang pertama di Jakarta, yang kedua di Bandung, keduanya kuliah disana. Ya, kami sekeluarga terpisah-pisah.
Sejak hari itu, sejak mamahku bilang aku agak bungkuk, setiap kali aku duduk asal atau berdiri santai dan nampak kebungkukannya, mamah selalu menyuruhku untuk "tegak". Usiaku 14th saat itu, beberapa bulan lagi 15th, dan baru masuk SMA.
Terasa sekali, setiap kali aku me"negak"kan badan, ada bunyi klik di rusuk kanan, dan meski nyaman, tapi agak sesak sedikit. Ga kepikiran sama sekali oleh kami untuk periksa ke dokter, aku cuma berdua dengan mamah, dan aku tau untuk makan saja sudah bersyukur sekali, meski tiap akhir dan awal bulan mamah harus gali lobang tutup lobang ke warung, karena ayahku hanya PNS yang harus menghidupi 2 anak kuliah di kota besar, dan 2 anak SMA, meski track recordnya sudah 20th lebih di PU, tapi pendapatannya ga sama dengan pejabat2 lain yang blm sampe kerja 15th sudah jadi kepala atau pimpro (padahal udah S2 lamaaa juga).
Aku berpikir cepat, solusi apa supaya posturku tetap tegak tanpa alat, karena berpikir utk membuat alatnya juga agak susah, susah untuk mencari2 barang bekas atau murah2 untuk dijadikan alat penyangga agar punggung tetap tegak. Akhirnya aku memutuskan ikut ekskul paskibra di sekolahku. Dan ada olahraga renang juga.
Namuunn...sudah hampir pelantikan anggota paskibra baru, sudah hampir aku bisa berenang sendiri, ayahku datang dari Pontianak, mau memborong aku dan mamah sama-sama ke Pontianak. Tidak sampai seminggu urusan keluar sekolah diurus, ayah dan mamah ke jakarta mengantri membeli tiket kapal ke Pelni, aku tetap di Pandeglang, menghitung hari meninggalkan kota kecil tempatku di besarkan selama 14th, dan tetap masuk sekolah.
Di hari terakhir aku bersekolah di SMAN 1 Pandeglang, aku baru cerita sama teman2 sewaktu istirahat, aku akan pindah besok. Lomba melukis yang didaftarkan guru wali kelasku di hari besoknya pun aku ga bisa ikut, bahkan wali kelasku baru tau kalau aku akan pindah hari itu. Beliau nampak kecewa, dan maunya aku ga usah pindah, hehehe....teman2 juga kaget, kalo tau dari awal maunya mereka diadakan pesta perpisahan. Hihihi....terlalu berlebihan ah untuk orang seperti aku. Padahal kita kan semua baru kenal 5 bulan. (Kecuali temen sebangkuku kali yaaa--->dari Tsanawiyah yang sama)
Di Pontianak, aku bingung, semua ekskul sudah tutup. Mau nimbrung, malu. Ga kenal satu orang pun. Akhirnya aku ikut Pramuka, cuman sayang ga banyak baris berbarisnya. Ga punya solusi untuk menjaga postur tubuhku yang makin lama makin cepet pegel kalo berdri saat upacara, makin cepat sesak kalau olahraga lari, makin ga sigap menangkap bola saat main kasti, makin ga pede waktu main basket, hiks....padahal aku suka banget ama olahraga2 itu. Dulu waktu SD malah aku bisa lari cepat.
Yang terpikirkan olehku, bukan karena karena bungkukku aku cepat sesak, tapi karena suhu Pontianak yang begitu panas, berbanding terbalik dengan Pandeglang yang sejuk dan dingin.
Kuusahakan selalu "tegak" ketika berjalan, duduk bersandar terutama di punggung sebelah kanan, meski tumitku makin lama makin sakit rasanya kalau berdiri terlalu lama (ada hubungannya ga yaaa??). Dan kami sekeluarga sama sekali ga pernah membahas tentang "bungkuk"nya aku.

to be continued

Sabtu, 15 Januari 2011

Ulang Tahun Titanku

Ulang tahun Titan

Tak terasa sudah hampir setahun aku bersamamu
Keputusan itu begitu berat untuk membiarkan para dokter menanammu di Spine-ku
Kau akan bersamaku selamanya, hingga akhir hayatku

Meski yang lain akan meninggalkanku
Kau akan selalu setia bersamaku
Menemani kisah-kisahku
Sejak kau tertanam di dalam tubuhku

30 Januari 2010

Aku berikhtiar untuk menjadi lebih baik
Menghilangkan dan meringankan rasa sakit di punggung
Menjadikan tubuhku lebih "lurus"
Menjadikan tubuhku lebih "tegak"

Namun rasa sakit itu memang hilang
Hilang bukan lagi di tempat yang dulu
Ia berpindah
Menjadi rasa kaku
Rasa perih
Rasa menusuk-nusuk
Rasa sakit seperti disetrum
Di sepanjang Spine-ku
Dan di sekitar tulang rusuk belakangku

Kaku menjadi robot
Belajar bangun dari tempat tidur
Balajar duduk
Belajar memijak lantai dan berdiri
Belajar berjalan
Bahkan bayi 7 bulanku dulu lebih cepat merangkaknya daripada aku berjalan
Dan aku merasakan seumur hidupku, apa itu pingsan di jalan

Berat
Sungguh berat
Aku bersyukur 3 bulan pertama didampingi ibuku
Meski sisanya harus aku lalui sendiri
Meski sebenarnya aku belum bisa dan belum boleh membungkuk
Meski aku belum kuasa sering jongkok dan duduk di bawah
Meski aku belum boleh mengangkat2 barang berat apalagi bayiku

Namun itu harus kulalui
Aku harus hadapi
Semuanya demi anak-anak
Meski justru masa penyembuhan ini tetap membawa rasa sakit setiap hari

Kusadari, aku sendiri
Sakit ini kurasakan sendiri
Aku tidak bisa memaksakan siapapun ikut merasakan sakitnya
Karena aku tidak ingin siapapun kesakitan seperti aku
Dan kusyukuri, rasa ini adalah kenikmatan dan kasih sayang Allah kepadaku
Akan lebih mudah menghadapi ujian seperti ini
Dibandingkan ujian menghadapi kemewahan

Maka aku ikrarkan
Aku harus sukses dengan jalanku
Spine sakit bukanlah alasan
Titan mengeluh bukanlah halangan
"Tapi" itu sudah tenggelam
Alasan apalagi???


Ayo Senior Manager!!!!!


Kerja Di Rumah

Ulang tahun Titan

Tak terasa sudah hampir setahun aku bersamamu
Keputusan itu begitu berat untuk membiarkan para dokter menanammu di Spine-ku
Kau akan bersamaku selamanya, hingga akhir hayatku

Meski yang lain akan meninggalkanku
Kau akan selalu setia bersamaku
Menemani kisah-kisahku
Sejak kau tertanam di dalam tubuhku

30 Januari 2009

Aku berikhtiar untuk menjadi lebih baik
Menghilangkan dan meringankan rasa sakit di punggung
Menjadikan tubuhku lebih "lurus"
Menjadikan tubuhku lebih "tegak"

Namun rasa sakit itu memang hilang
Hilang bukan lagi di tempat yang dulu
Ia berpindah
Menjadi rasa kaku
Rasa perih
Rasa menusuk-nusuk
Rasa sakit seperti disetrum
Di sepanjang Spine-ku
Dan di sekitar tulang rusuk belakangku

Kaku menjadi robot
Belajar bangun dari tempat tidur
Balajar duduk
Belajar memijak lantai dan berdiri
Belajar berjalan
Bahkan bayi 7 bulanku dulu lebih cepat merangkaknya daripada aku berjalan
Dan aku merasakan seumur hidupku, apa itu pingsan di jalan

Berat
Sungguh berat
Aku bersyukur 3 bulan pertama didampingi ibuku
Meski sisanya harus aku lalui sendiri
Meski sebenarnya aku belum bisa dan belum boleh membungkuk
Meski aku belum kuasa sering jongkok dan duduk di bawah
Meski aku belum boleh mengangkat2 barang berat apalagi bayiku

Namun itu harus kulalui
Aku harus hadapi
Semuanya demi anak-anak
Meski justru masa penyembuhan ini tetap membawa rasa sakit setiap hari

Kusadari, aku sendiri
Sakit ini kurasakan sendiri
Aku tidak bisa memaksakan siapapun ikut merasakan sakitnya
Karena aku tidak ingin siapapun kesakitan seperti aku
Dan kusyukuri, rasa ini adalah kenikmatan dan kasih sayang Allah kepadaku
Akan lebih mudah menghadapi ujian seperti ini
Dibandingkan ujian menghadapi kemewahan

Maka aku ikrarkan
Aku harus sukses dengan jalanku
Spine sakit bukanlah alasan
Titan mengeluh bukanlah halangan
"Tapi" itu sudah tenggelam
Alasan apalagi???


Ayo Senior Manager!!!!!

www.bisnis-ummi.co.in

Minggu, 14 November 2010

About Me

Aku skolioser.
Tulangku bengkok.
Aku sadar untuk berobat saat sudah hampir terlambat.
Karena faktor ekonomi aku hanya menyimpannya tanpa pernah periksa ke dokter.
Hanya mamahku yang tahu.
Ketika menyadari sejak masuk SMA kemampuan berlariku semakin buruk.
Nafasku seringkali cepat sesak dan panas ketika berlari.
Padahal kakiku masih cukup kuat berkilo2 meter lagi.
Ketika kuliah aku mengikuti kegiatan kemanusiaan.
Tanpa pernah kusadari mengangkat korban dengan tandu, dengan membopong, menggendong, bahkan dengan bantuan 3 teman, hanya akan memperparah kondisiku.
Aku tidak pernah tahu, kondisi apa saja yang harus kuhindari karena skoliosis.
Aku tidak pernah tahu, kegiatan2 selama aku belum mengenal penyakitku ternyata hal yang tidak seharusnya aku pernah aku lakukan.
Aku ikut naik turun gunung, membawa2 ransel berat, naik turun tangga berkali2 3 lantai latihan membawa pasien dengan tandu saat menjelang OSPEK di kampus untuk siaga sebagai tim medis, sampai aku merasa pinggangku sakitpun kugubris.
Lalu aku menikah setelah lulus.
Tidak lama akupun mengandung.
Usia kehamilan 1,5 bulan baru terasa dampaknya yang luarrr biasa.
Saat bangun tidur siang, pinggulku, atau tepatnya di pangkal paha, terasa ngilu yang sangat menyetrum sampai aku tidak bisa bangun, sampai jam 5 sore aku tetap kesakitan meski dibantu suamiku untuk bangun, maka sholatpun terpaksa aku tayamum di tempat dan sambil berbaring.
Di situlah baru ketahuan, saat tukang urut, mengurutku setelah aku melahirkan anak pertama, aku pernah jatuh terduduk di kamar mandi waktu kecil dan tidak segera diantisipasi, malah kudiamkan.
Dampaknya, tulang punggungku jadi tidak lurus yang meski aku berusaha untuk tetap menjaga sikap dengan berjalan dan duduk tegak, tetap saja menambah kelengkungannya karena ketika itu aku masih dalam masa pertumbuhan.
Karena ketidakstabilan bentuk tulang punggung, berdampak pula ketika hamil, nyeri di pangkal paha, yang memang hanya dengan senam kehamilan bisa berkurang.
Meski sakit, alhamdulillah...aku diberi kepercayaan oleh Allah dengan 2 putri dan 1 putra yang sehat2, lahir dengan normal, meski posisi mereka seringkali miring di dalam rahim karena menyesuaikan diri dengan posisi tulangku.
Namun...sakit di belakang semakin hari semakin bertambah, dan menggangguku sejak melahirkan anak ketiga.
Ketika aku putus asa dengan membuat tulisan singkat di catatan FB, barulah suamiku tergerak untuk memeriksakan kondisi tulangku.
Vonis itu begitu menyayat.
Aku berharap masih bisa terapi saja.
Aku ingin teriak dan menangis.
Tapi aku di sana bersama ke-3 malaikat kecilku, mendengarkan kata2 dokter tentang operasi.
Ketika itu bayi ke-3-ku masih 2 bulan.
Aku menunggu sampai ia 6 bulan. 
Selesai aku memberinya ASI eksklusif.
Meski aku berharap setelah operasi nanti aku masih bisa menyusuinya.
Mungkin aku nampak tegar.
Tapi sebenarnya AKU TAKUT.
Ya Allah...lindungilah keluargaku, suamiku, anak2ku, orang tuaku, mertuaku, saudara2 kandung dan iparku, sahabat2 terbaikku, teman2ku...




Kerja Di Rumah

Senin, 21 Desember 2009

Uneg uneg hari senin

pagi ini milkysmile, mungilku yg paling ganteng flu . Oh tidaaaakkkk.... artinya mungilku ga jadi diimunisasi hari ini . Tapi gapapa lah... rencana hari ini buat ke pasar baru harus tetep terlaksana . Bye...

Kemon Gan....

Kerja Di Rumah
www.bisnis-ummi.co.in

Sabtu, 19 Desember 2009

Kepada Anakku

Puisi ini membuatku menangis ketika dibacakan seorang ibu yang juga menangis ketika membacanya, puisi ini seolah mengatakan "beginilah aku, kumohon jangan aku, tapi begitulah aku"
untuk para ibu, termasuk juga para ayah, bacalah puisi ini, karena ini PENTING

Kepada Anakku
Oleh Gabriella Mistral
(Children Winner of NOBEL prize for Poetry)

Tanganku sibuk sepanjang hari
Aku tak punya banyak waktu
Bila kau ajak aku bermain
Kujawab, "ibu tak sempat, Nak"

Aku mencuci baju, menjahit, memasak
Semua untukmu
Tapi bila kau tunjukkan buku ceritamu,
Atau mengajakku berbagi canda,
Kujawab, "sebentar, Sayang"

Di malam hari kutidurkan kamu
Kudengarkan do'amu, kupadamkan lampu
Lalu berjingkat meninggalkanmu

Kalau saja aku tinggal barang satu menit lagi
Sebab hidup itu singkat
Tahun tahun bagai berlari

Bocah cilik tumbuh begitu cepat
Kamu tak lagi berada di sisi ibu
Mambisikkan rahasia-rahasia kecilmu

Buku dongengmu entah kemana
Tak ada lagi ajakan bermain
Tak kudengar lagi do'amu
Semua itu milik masa lalu

Tanganku, dahulu sibuk, sekarang diam
Hari-hari terasa panjang membentang
Kalau saja aku bisa kembali ke masa lalu
Menyambutmu hangat di sisiku
Memberimu waktu waktu dan hatiku

Kita melakukan banyak kekeliruan
Dan kesalahan, tapi kejahatan kita yang utama
Adalah mengabaikan anak,
Menyepelekan MATA AIR KEHIDUPAN!!!

Ketika saatnya tulang belulang dibentuk,
Darahnya dibuat dan nalurinya dikembangkan,
Padanya kita tidak dapat menjawab "BESOK",
Sebab Ia dijuluki "HARI INI"

Kerja Di Rumah
www.bisnis-ummi.co.in

Senin, 07 Desember 2009

SEMANGAT

Semangat baru dimulai lagi, kerikil-kerikil kecil pun sedikit demi sedikit tersingkirkan, meski masih tersisa beberapa kerikil tajam juga tumpul yang menghalangi, aku siap menjadi diri yang lebih baik lagi dari hari-hari kemarin.
Diri yang rentan dengan kebosanan ini berangsur-angsur semakin tenggelam dengan kegiatan yang dahulunya sangat anti untuk didekati. Tapi begitulah diri ini. Jika sudah tenggelam begini akan sulit pindah ke lain hati.

Rabu, 02 Desember 2009

Mantan Kuli Angkut Yang Sukses

aq baca2 postingan di milis, dan ceritanya sangat menyentuh dan membangkitkan semangat untuk ga mau kalah sukses nantinya, hehehe...
ceritanya gini nih... ini cerita dari SCS di ori cabang denpasar :

suatu hari saya didatangi temen yg jobless minta kerjaan sama aku karena untuk makan aja dia nggak punya. waktu itu aku ajak dia jadi kuli angkut di oriflame seminggu 2 kali dengan bayaran 30 rebu setiap satu truk.Minggu ke-2 dia tanya:"Ini kantor apa sih? kok orang china nya banyak orang jawa nya juga banyak? belum pernah aku lihat kayak beginian?Aku jelasin kalo ini MLM.

bis gitu tahu2 dia bawa starterkit dia minta duit 10.000 buat makan karena upahnya yg 30.000 udah dipake buat starterkit.. dalam waktu 6 bulan dia bisa hidup dari Oriflame bahkan dia bisa nikah dengan biaya penghasilan dari Oriflame karena dia sudah SM...dia jadi legenda di oriflame SBY. beneeerrr... ini temenku sendiri...

kisah ini bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari yg jobless sekalipun sampai yang berkecukupan, tapi bukan siapa saja yang tidak mau bekerja keras untuk meraih mimpi2nya. Siapapun bisa seperti beliau jika ada kemauan untuk bekerja keras dan tetap berusaha, dan menggulung setiap kerikil penghalang menjadi motivator untuk semakin maju dan memperbaiki diri, maka kesuksesan itu akan mudah diraih dan akan dalam genggaman dengan sendirinya.

lihat-lihat bisnis apa sih yang dijalanin oleh seorang mantan kuli angkut ini ?
bisnisnya sama dengan bisnis yang kujalanin lhooo, jadi ga ada yang namanya bisnis ini hanya untuk perempuan, laki2 juga berhak suskses di bisnis ini, bisnis online-ku

Minggu, 08 November 2009

Asik Asik Asik...

Alhamdulillah....senangnya dapat bonus level pertama kalinya, dah ku cek di tabunganku ada transferan dari PT Orindo Alam. Meskipun belum seberapa, dan nilainya juga dipotong dari bonus yang tertera AR (Activity Report), tapi rasanya seneeeeeng banget, makin semangat mo berbisnis.
Cuman kendala euy, susah bener keluar rumah buat promosi, jadi ya

Sabtu, 10 Oktober 2009

Butuh Dorongan Dan Semangat

Entah kenapa tiba-tiba saja saya tertarik dengan sebuahn bisnis, padahal saya orangnya paling susah untuk tertarik terhadap sesuatu apalagi yg namanya bisnis dan keluar modal :D . Namun bisnis ini, baru saya jalani 1 bulan, belum ada kemajuan apalagi yg namanya keuntungan, tapi saya tetap semangat (ga tau kenapa, hal yg ga biasa), saya ingin maju, ingin bisa membantu dan dibantu untuk sukses, ingin menjadi seorang leader yg bisa diandalkan teman dan rekan kerja.
Ganjalan itu datang justru dari dalam, tidak ada dukungan (malah terkesan cemoohan), sakit juga sih, ketika

Blogroll

Label

Promo Terbaru

Promo Terbaru
Promo Reguler